PEMERINTAH DESA KUTAI LAMA GELAR REMBUG STUNTING, PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING TINGKAT DESA

Desa Kutai Lama, 30 Juni 2026 – Pemerintah Desa Kutai Lama terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Rembug Stunting yang telah dilaksanakan pada 11 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) sekaligus menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah-langkah penanganan stunting berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Rembug Stunting bertujuan menyusun prioritas program dan kegiatan yang akan dimasukkan ke dalam RKPDes, meningkatkan koordinasi dan sinergi antarinstansi, serta membangun komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi permasalahan yang menjadi penyebab stunting di Desa Kutai Lama sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rembug Stunting dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam pembangunan desa dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Turut hadir Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Anggana, Wahyu Eka Trisnawan, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Kutai Lama yang terus mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Kepala Desa Kutai Lama, Dr. H. Sony Rizali, M.M., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Desa berkomitmen penuh mendukung berbagai program pencegahan stunting. Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, diperlukan upaya yang terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat agar penanganan stunting dapat berjalan secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Puskesmas Sungai Mariam memaparkan kondisi kesehatan masyarakat di Desa Kutai Lama beserta sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Di antaranya adalah kurangnya asupan gizi pada ibu hamil, pola asuh yang belum optimal, rendahnya pemahaman mengenai gizi seimbang, sanitasi lingkungan yang belum memadai, serta masih adanya keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan bagi sebagian masyarakat.

Selain menyampaikan gambaran kondisi di lapangan, pihak Puskesmas juga menguraikan berbagai langkah promotif dan preventif yang perlu terus diperkuat sebagai upaya mengatasi stunting. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita;
  • pemberian makanan tambahan bergizi kepada kelompok sasaran yang membutuhkan;
  • pemeriksaan kehamilan secara rutin serta pemantauan kesehatan ibu dan anak;
  • pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi;
  • pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala melalui Posyandu;
  • peningkatan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, kesehatan reproduksi, dan pentingnya gizi seimbang;
  • penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyediaan air bersih, serta perbaikan sanitasi lingkungan; dan
  • penguatan peran kader Posyandu, PKK, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK Desa Kutai Lama, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan dalam merancang program pencegahan dan percepatan penurunan stunting yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Kutai Lama.

Melalui Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Kutai Lama berharap seluruh hasil pembahasan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program dan penganggaran pada RKPDes Tahun 2027. Dengan komitmen bersama, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan angka stunting di Desa Kutai Lama dapat terus ditekan sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas sebagai modal utama pembangunan desa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *