PEMERINTAH DESA ANGGANA LAKSANAKAN REMBUG STUNTING UNTUK PENYUSUNAN RKP DESA TAHUN 2027

Anggana, 16 Juli 2026 — Pemerintah Desa Anggana melaksanakan kegiatan Rembug Stunting sebagai salah satu tahapan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026 di Kantor Desa Anggana ini menjadi forum musyawarah untuk menyepakati berbagai program dan kegiatan prioritas dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa.

Rembug Stunting dihadiri oleh Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Anggana, Kepala Desa Anggana, Ketua beserta Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Puskesmas Sungai Mariam, perangkat desa, kader Posyandu, kader PKK, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Anggana menyampaikan bahwa Rembug Stunting merupakan wadah untuk menghimpun aspirasi, mengevaluasi kondisi kesehatan masyarakat, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam menurunkan angka stunting di Desa Anggana. Melalui forum ini, seluruh peserta berdiskusi mengenai berbagai faktor penyebab stunting, mulai dari pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, peningkatan pelayanan kesehatan, pola asuh anak, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga pemenuhan akses terhadap air bersih.

Hasil pembahasan dalam Rembug Stunting menghasilkan sejumlah usulan program prioritas yang akan diakomodasi dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027. Program-program tersebut meliputi peningkatan pelayanan Posyandu, edukasi gizi bagi ibu hamil dan keluarga balita, peningkatan kualitas sanitasi lingkungan, penyediaan akses air bersih yang memadai, serta penguatan peran kader kesehatan dalam melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Anggana berharap seluruh program yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan secara terpadu dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat upaya pencegahan dan penurunan stunting, sehingga dapat mewujudkan generasi Desa Anggana yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *